Postingan

MITOS DAN PENGALAMAN ESTETIS DARI LAGU " Golden Hour "

  Disini saya menganalisis dan mengungkapkan perasaan yang saya alami dari lagu " Golden Hour " Dari sebuah pengalaman saya yang berawal tentang mempelajari pelajaran animasi yang berawalan tidak bisa memahami pelajaran tersebut karna kita harus berusaha untuk mengetahui gimana caranya untuk bisa memahami sebuah animasi tersebut dengan baik dan benar. karena kita juga harus mencoba segala sesuatu yang menurut kita tidak bisa harus giat mempelajari suatu pelajaran yg ingin kita memperdalami dalam pelajaran animasi tersebut. karena yang terpenting kita harus berani mencoba untuk bisa menambah ilmu dalam dunia animasi. sebelum mencoba mana bisa saya mengerti ilmu tentang animasi tersebut kita harus berusaha untuk mendalami suatu hal yang membuat kita senang dalam membuat animasi tersebut. makna nya lagu golden hour :  jeda waktu, dengan seluruh perhatian yang diberikan kepada seseorang yang  sangat spesial.   Sama seperti makna di atas dari sebuah lagu-Golden hour, dalam jeda wa

REVIEW 20 JURNAL

 Nama : Ahmad Riski Andrianto ( 202146500699 )  Muhammad Hadi Wirawan ( 202146500691 ) Kelas : R4I ANALISIS SEMIOTIKA DALAM LUKISAN THE GUARDIAN SERIES                                                               Abstrak  lukisan The Guardian Series yang berjudul: Janji Sang Penakluk, Juru Kunci,Selayang Pandang di Ladang Emas, dan I’m Still Okay dengan menggunakan pendekatan kritik seni. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi oleh ahli di bidang seni Hadjar Pamadhi dan pengamat seni Janu Purwanto Untoro.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tema lukisan The GuardianSeries secara luas dilatar belakangi oleh banyaknya kasus-kasus perusakan alamyang terjadi disebabkan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab, yangmenyebabkan ekosistem alam tidak sempurna lagi. (2) Konsep penciptaan lukisan The Guardian Series secara keseluruhan selalu menampilkan figur-figurtransformasi antara manusia dengan binatang dengan gaya lukisan yang surealis (3) Makna lukisan The Guardian Series sec

Lukisan The Guardian Series

Gambar
 Muhammad Hadi Wirawan ( 202146500691 ) Ahmad Rizki Andrianto ( 202146500699 ) Agus Putu Suyadnya adalah seorang pelukis yang berasal dari Denpasar, Bali. Lahir pada tanggal 19 Februari 1985. Suyadnya menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Seni Murni Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tema ini diambil karena sebagian besar masyarakat Bali menganggap bahwa sosok “Kebo Iwa” sering disamakan dan disejajarkan dengan Maha Patih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit. Kebo Iwa adalah seorang patih dan panglima kerajaan Bedaulu pada masa pemerintahan Sri Gajah Waktera yang bergelar Sri Astasura Ratna Bumi, yang berkuasa di Bali pada awal abad ke-14.  karya  The Guardian Series  dalam tulisan ini  menggunakan pendekatan hubungan unsur tanda dari Charles Sanders Peirce yang disebut sebagai hubungan triadik atau segitiga semiotika. Struktur triadik ini terdiri dari objek,  ground , dan interpretan. Pierce kemudian membagi hubungan antara tanda dengan acuannya  yang  dibedakan menjadi tiga, yai

Hasil Analisis Ujian Terbuka Promosi Doktor Pandu Pramudita

 Aspek bentuknya di sini saya mengutamakan pada figur rayon yang memiliki atau yang penuh dengan nilai adiluhung dalam perkembangannya seiring perkembangan zaman bentuk figur kalian di Surakarta ini mengalami perubahan dan muncul berbagai ragam bentuk awal kemunculan figur kayon itu pada tahun 1522 masehi atau tepatnya pada 1443 tahun Saka yang diketahui pada sengkalan nama yang berbunyi benih dan jagat yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Bentuk figur kayon dalam Wayang Kulit Purwo Jaya Surakarta yang kedua Mengapa terjadi inovasi bentuk figur karyawan pada wayang kulit Surakarta dan yang ketiga Bagaimana nilai filosofis bentuk figur karyawan wayang kulit Purwokerto untuk mengawali asumsi saya maka dugaan pertama bahwa inovasi figur kayon tampak pada keragaman bentuk figur kayon yang dilihat dari aspek bidang dan desainnya Kemudian yang kedua bahwa inovasi bentuk Kayong terjadi karena adanya proses kreatif yang dilakukan secara dialektis oleh seniman wayang dari pengalamannya terhadap

Semiotika dalam kehidupan sehari-hari

Gambar
Dalam kehidupan sehari-hari terdapat banyak sekali tanda yang rata-rata “diproduksi” oleh manusia, antara lain tanda gerak atau isyarat, tanda verbal berupa ucapan kata, dan tanda non verbal berupa bahasa tubuh. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari saya adalah berjabat tangan.   Semiotika atau semiology berasal dari bahasa Yunani, yaitu semeion yang berarti tanda. Secara terminologis, semiotik bisa didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari sederetan luas objek, peristiwa seluruh kebudayaan sebagai tanda. Di sebagian besar negara, berjabat tangan dilakukan saat bertemu, menyapa, atau berpisah. Di zaman modern, tujuan berjabat tangan adalah untuk menyampaikan kepercayaan, rasa hormat, keseimbangan, dan kesetaraan, tetapi ini jelas bukan asal mula tradisi kuno ini.  Para ilmuwan menyarankan tradisi berjabat tangan dimulai sebagai simbol perdamaian. Pada  Zaman Kuno  banyak pria membawa senjata dan memegangnya di tangan kanan mereka. Tradisi jabat tangan juga adalah salah sebuah